Phism2bmukudsdk.
Pagi hari ini saya membeli 2 buah martabak ukuran kecil untuk dijadikan sarapan di kantor. Saya tiba di kantor, kemudian mencoba untuk menghangatkan (dan membersihkan) martabak tersebut dengan cara memanaskannya di dalam microwave.
Tetapi, ternyata saya terlalu lama mengeset timernya dan akhirnya menghasilkan so-called “martabak gosong” ataw bisa dikatakan “black martabak”. Ketika dikeluarkan dari microwave, martabak itu sampai berasap dan (agak) lengket ke piringnya.
Yah, karena martabak itu menjadi sangat keras (sekali?), maka saya memutuskan untuk tidak melanjutkan memakannya dan dengan terpaksa membuangnya, karena bisa jadi jika saya sakit ongkos berobatnya akan menjadi lebih mahal (tapi apakah benar makan makanan gosong bisa membwt sakit? perlu cari di wiki).
Moral dari cerita ini adalah :
1. Melakukan hal yang simpel seperti menghangatkan makanan juga perlu akal sehat (dan perkiraan yang rasional).
2. Makanan hasil kreasi yang inovatif belum tentu layak konsumsi.
3. Setiap orang bisa gagal, baik dalam perkara kecil maupun perkara besar.
Kenapa saya menulis cerita ini ? Sekedar ingin memberi semangat kepada para peserta Ujian Nasional 2007 yang mungkin kurang beruntung sehingga gagal di tahun ini. Biarpun sebenarnya tidak bisa dibandingkan, (masa Ujian Nasional dibandingkan dengan memanaskan martabak?) tetapi rasa kegagalan itu tetap sama, meninggalkan rasa sesal atas masa lalu (dan sedikit emosi, saya jadi tidak bisa sarapan).
Tetapi semua itu sudah menjadi bagian hidup kita, dan jangan tenggelam di dalamnya, bahkan kisah itu bisa mewarnai hidup kita dan membwt kita bisa punya cerita yang unik untuk dibagikan ke orang-orang lain. Gagal di ujian bukan berarti gagal di dalam belajar. Ujian hanya satu titik kecil di dalam garis belajar yang sangat panjang. Jangan berhenti membuat garis hanya karena satu titik.
Jangan berhenti makan martabak karena martabak gosong itu kurang tidak enak.