“life is a rollercoaster …” ~ronan keating
Dendangan merdu mister Ronan itu memang bener. Hidup itu memang seperti roller coaster. Sulit (dan bwt apa) untuk mengalami kesuksesan terus menerus, kalaupun terjadi, hanya akan membawa kepada kesombongan yang menggiring pada Nidji … eh, kehancuran yang lebih parah.
Seperti yang kualami pada projek kali ini, bisa dibilang projek ini tidak sukses, paling ndak menurut ukuranku. Setelah beberapa projek yang sukses sebelumnya, yg kali ini bisa dibilang kacau beliau =)) Gara-gara itu, aku jadi tertarik untuk mencari buku Six Zigma (Motorola’s Way), dan Toyota’s Way. Harus belajar cara manajemen … Maklum, pertama kali jadi ketua tim, tanpa bekal teori apapun, akhirnya berantakan =))
Pengalaman2 kegagalan dan kesuksesan yang datang silih berganti ini yang bikin gw belajar: jangan meremehkan orang lain. Hari ini mungkin kita berada pada kedudukan yang memungkinkan untuk membanggakan diri kepada orang lain, tapi hanya lewat sedikit pergeseran waktu, kedudukan bisa berbalik, mungkin 180°.
Kisah2 seperti ini laku dijual, banyak ditemukan di “reality2 show” Endonesa akhir-akhir ini dan kisah-kisah di manga atau film seri Jepang semenjak jaman dahulu sampe dengan hari ini. Entah kenapa, tapi kok gw masih aja demen kisah beginian versi Jepunnya sampe sekarang, mulai dari Bleach, Naruto, One Piece, sampe GTO (dan kalo gak salah banyak juga cerita hentai versi begini), meski versi Endonesa sudah ndak pernah nonton lagi.
Apa bedanya ya?
~