Oleh: Ries | November 24, 2007

Iota Waktu

“waktu itu seperti juicer, semakin banyak diputer, semakin banyak kita diiris olehnya” ~me

Semakin banyak waktu, rasanya semakin banyak kejadian-kejadian yang membuat aku semakin memiliki celah untuk dipermalukan orang lain.Sewaktu masih kuliah dulu, gak mungkin misalnya ada orang yg mengulik-ulik kalau di dalam waktu yg lama aku belum juga mendapatkan kerja. Tapi jika setelah lulus kuliah, maka orang akan mau / tidak mau memberikan penilaian lebih remeh kepada mereka yang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Ketika baru awal-awal kerja, rasanya masalah-masalah seperti siapa yang lebih cepat meningkat gajinya, siapa yang lebih sukses karirnya, siapa yang sudah lebih banyak menanamkan investasi dari gajinya, etc. Tidak ada masalah seperti itu. Tetapi seiring dengan berkembangnya jumlah waktu bekerja, pertanyaan seperti itu muncul.

Ke depannya, akan banyak lagi hal-hal seperti itu. Tentang pernikahan, tentang anak, tentang karir, tentang pelayanan, dan banyak hal lainnya. Semua yang diciptakan peradaban di muka bumi ini.

Bosan. Jenuh dengan semua itu. Rasanya ingin pergi dan menyepi keluar dari peradaban.

Tapi itu bukan salah peradaban. Bukan pula salah waktu. Itu salahku. Sebenarnya bukan masalah lingkunganku mengatakan bagaimana. Akupun bersikap seperti yang orang lain lakukan untuk menyakitiku. Aku juga menyakiti orang lain dengan sikap yang sama.

Akhirnya, segala sesuatu harus dihadapi. Aku harus berubah. Bertambah dewasa. Berkawan dengan waktu. Hingga waktu untukku habis. Dan aku  harus meninggalkan dia terus berputar di muka bumi ini. Mencari kawan. Mengiris tiap-tiap orang untuk menyadarkannya.

~


Beri tanggapan

Your response:

Kategori