Oleh: Ries | Desember 19, 2007

Iota Macet

“grow old with you street …” ~adam sandlers

Yeah, aku menjadi tua bersama jalan. Jalan raya beraspal hitam yg eksotik basah memantulkan cahaya lampu jalan nan temaram. 16.20 WIB. Itu waktu aku berangkat. 19.45 WIB itu waktu aku tiba. 3 jam 25 menit aku berada di dalam taksi. Melihat orang-orang berlintasan berjalan kaki. Melihat deru motor meraung-raung mencari jalan.

Ah, untunglah aku masih di dalam taksi burung biru ini. 105,000 rupiah. Ya, untung kantor yang membayarnya, karena ini urusan kantor. Macet. Padat merayap. Tanpa harapan. Pamer paha. Jalan Gatot Subroto dan Abdul Muis pamer paha. Menyedihkan.

3 jam 25 menit. Dibandingkan 50 menit. 105,000 ribu. Dibandingkan 35,000 ribu. Ah, Jakarta. Apa relasi hujan, tetesan air, dengan kemacetan ya?

Apakah manusia begitu hausnya akan kesegaran, sehingga mereka rela berlama-lama di jalan menikmati hujan?

~


Tanggapan

  1. waduh…parah banget macetnya… :shock:


Beri tanggapan

Your response:

Kategori